Auto Ping

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Selasa, 11 Juni 2013

Nabi Muhammad MemohonkanSyafaatUntuk Seluruh Umat

Syafaat Untuk Seluruh Umat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
Saya adalah pemimpin semua orang
pada hari kiamat. Tahukah kalian
sebabnya apa? Allah Subhanahu wa
Ta’ala mengumpulkan orang-orang yang
terdahulu dan orang-orang yang akhir
di suatu dataran tinggi. Mereka dapat
dilihat oleh orang yang melihat dan
dapat mendengar orang yang
memanggil. Matahari dekat sekali dari
mereka. Semua orang mengalami
kesusahan dan penderitaan yang
mereka tidak mampu memikulnya.
Lantas orang-orang berkata, ‘Apakah
kalian tidak tahu sampai sejauh mana
yang kalian alami ini? Apakah kalian
tidak memikirkan siapa yang dapat
memohonkan syafaat kepada Rabb
untuk kalian?’ Lantas sebagian orang
berkata kepada sebagian lain, ‘Ayah
kalian semua, Nabi Adam ‘alaihissalam’.
Mereka pun mendatangi beliau, lalu
mereka berkata, ‘Wahai Nabi Adam!
Engkau adalah ayah semua manusia.
Allah Subhanahu wa Ta’ala
menciptakanmu dengan kekuasaan-Nya
dan meniupkan ruh-Nya ke dalam
tubuhmu. Allah Subhanahu wa Ta’ala
juga memerintahkan kepada malaikat
untuk bersujud, sehingga mereka pun
bersujud kepadamu. Di samping itu,
Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan
tempat tinggal kepadamu di surga.
Sudilah kiranya engkau memohonkan
syafaat kepada Rabbmu untuk kami?
Bukankah engkau tahu apa yang kami
alami dan sampai sejauh apa menimpa
kami?’ Nabi Adam ‘alaihissalam
menjawab, ‘Sungguh hari ini Rabbku
sangat murka. Belum pernah Dia murka
seperti ini sebelumnya dan Dia tidak
akan murka seperti ini lagi setelahnya.
Sungguh, Dia melarangku akan suatu
pohon, tetapi saya berbuat maksiat.
Diriku, diriku, diriku. Pergilah ke selain
aku. Pergilah kepada Nabi Nuh
‘alaihissalam’.
Lantas mereka mendatangi Nabi Nuh
‘alaihissalam, lalu mereka berkata, ‘Wahai
Nuh! Engkaulah Rasul pertama di muka
bumi ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala
telah menyebut dirimu hamba yang
banyak bersyukur. Bukankah engkau
mengetahui apa yang sedang kita alami
sekarang? Sudilah kiranya engkau
memohonkan syafaat kepada Rabbmu
untuk kami?’ Nabi Nuh ‘alaihissalam
menjawab, ‘Sungguh, hari ini Rabbku
sangat murka. Belum pernah Dia murka
seperti ini sebelumnya dan Dia tidak
akan murka seperti ini lagi setelahnya.
Sungguh, saya mempunyai suatu dosa
mustajab yang telah saya gunakan
untuk mendoakan kebinasaan pada
kaumku. Diriku, diriku, diriku, pergilah
ke selain aku. Pergilah pada Nabi
Ibrahim ‘alaihissalam’.
Kemudian mereka pun mendatangi Nabi
Ibrahim ‘alaihissalam, lalu mereka
bertanya, ‘Wahai Ibrahim! Engkau adalah
Nabi Allah dan kekasih Allah di antara
penduduk bumi. Mohonkanlah syafaat
kepada Rabbmu untuk kami. Bukankah
engkau telah mengetahui keadaan yang
sedang kami alami?’ Lalu Nabi Ibrahim
‘alaihissalam menjawab, ‘Sungguh, hari
ini Rabbku sangat murka. Belum pernah
Dia murka seperti ini sebelumnya dan
Dia tidak akan murka seperti ini lagi
setelahnya. Sesungguhnya saya pernah
berdusta sebanyak tiga kali. Diriku,
diriku, diriku, pergilah ke selain aku.
Pergilah pada Nabi Musa ‘alaihissalam’.
Selanjutnya mereka mendatangi Nabi
Musa ‘alaihissalam, lalu mereka berkata,
‘Wahai Nabi Musa! Engkau adalah utusan
Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah
Subhanahu wa Ta’ala telah memberi
keutamaan kepadamu dengan kerasulan
dan kalam-Nya yang melebihi orang lain.
Mohonkanlah syafaat kepada Rabbmu
untuk kita. Bukankah engkau
mengetahui keadaan yang sedang kita
alami?’ Lantas Nabi Musa ‘alaihissalam
menjawab, ‘Sungguh, hari ini Rabbku
sangat murka. Belum pernah Dia murka
seperti ini sebelumnya dan Dia tidak
akan murka seperti ini lagi setelahnya.
Sungguh, saya pernah membunuh
seorang manusia padahal saya tidak
diperintahkan untuk membunuhnya.
Diriku, diriku, diriku, pergilah ke selain
aku. Pergilah pada Nabi Isa
‘alaihissalam’.
Setalah itu, mereka pun mendatangi
Nabi Isa ‘alaihissalam, lalu mereka
berkata, ‘Wahai Nabi Isa! Engkau adalah
utusan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan
yang diciptakan dengan kalimat-Nya
yang disampaikan-Nya kepada Maryam,
dan (dengan tiupan) ruh dari-Nya.
Engkau dapat berbicara dengan orang-
orang ketika masih dalam buaian.
Mohonkanlah syafaat kepada Rabbmu
untuk kita. Bukankah engkau
mengetahui keadaan yang sedang kita
alami?’ Lantas Nabi Isa ‘alaihissalam
menjawab, ‘Sungguh, hari ini Rabbku
sangat murka. Belum pernah Dia murka
seperti ini sebelumnya dan Dia tidak
akan murka seperti ini lagi setelahnya.’
Nabi Isa tidak menyebutkan dosa yang
diperbuatnya. ‘Diriku, diriku, diriku,
pergilah ke selain aku. Pergilah pada
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam’.
Lalu mereka mendatangi Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam, selanjutnya
mereka berkata, ‘Wahai Muhammad!
Engkau adalah utusan Allah Subhanahu
wa Ta’ala dan penutup para nabi. Allah
Subhanahu wa Ta’ala telah mengampuni
dosa-dosamu yang lalu dan yang akan
datang. Mohonkanlah syafaat kepada
Rabbmu untuk kita. Bukankah engkau
mengetahui keadaan yang sedang kita
alami?’ Lantas saya berangkat hingga
saya sampai di bawah Arsy. Kemudian
saya bersujud kepada Rabbku. Lantas
Allah Subhanahu wa Ta’ala ajarkan
padaku pujian-pujian kepada-Nya serta
keindahan sanjungan terhadap-Nya
yang belum pernah Dia ajarkan kepada
selain diriku. Lalu dikatakan, ‘Wahai
Muhammad! Angkatlah kepadamu.
Ajukanlah permohonan, niscaya
permohonanmu dikabulkan. Mohonlah
syafaat, pastilah akan diterima
syafaatmu.’ Selanjutnya aku mengangkat
kepalaku, lalu saya berkata, ‘Ummatku,
wahai Rabbku, umatku wahai Rabbku,
ummatku wahai Rabbku!’ Lantas
dikatakan, ‘Wahai Muhammad!
Masukkanlah umatmu yang tidak peru
dihisab dari pintu surga ke sebelah
kanan. Mereka juga sama dengan orang-
orang lain di selain pintu tersebut.’
Kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, ‘Demi Dzat yang
mengauasai diriku, sesungguhnya jarak
anara dua daun pintu dari beberapa
daun pintu surga sama dengan jarak
antara Mekah dan Hajar atau antara
Mekah dan Bushra’.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih,
101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh
Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar