Auto Ping

Ping your blog, website, or RSS feed for Free

Selasa, 11 Juni 2013

Cerita Motivasi - Hinaan Membawa Berkah

Suatu hari, anak muda ini mengantar penuh
muatan berisi puluhan buku ke kantor
berlantai 7 di suatu perguruan tinggi ;
ketika dia memanggul buku-buku tersebut
menunggu di lift, seorang satpam yang
berusia 50-an menghampirinya dan
berkata : “Lift ini untuk profesor dan dosen,
lainnya tidak diperkenankan memakai lift
ini, kau harus lewat tangga!”
Anak muda memberian penjelasan pada
satpam itu :
“Saya hanya ingin mengantar buku semobil
ini ke kantor lantai 7, ini kan buku pesanan
kampus ini !”
Namun, dengan beringas satpam itu
berkata :
“Saya bilang tidak boleh ya tidak boleh, kau
bukan profesor atau pun dosen, tidak boleh
menggunakan lift ini!
Kedua orang itu berdebat cukup lama di
depan pintu lift, tapi, satpam tetap
bersikeras tidak mau mengalah. Dalam
benak anak muda itu berpikir, jika hendak
mengangkut habis buku semobil penuh ini,
paling tidak harus bolak-balik 20 kali lebih
ke lantai 7, ini akan sangat melelahkan!
Kemudian, anak muda itu tidak dapat
menahan lagi satpam yang menyusahkan
ini, lantas begitu pikirannya terlintas, ia
memindahkan tumpukan buku-buku itu ke
sudut aula, kemudian pergi begitu saja.
Setelah itu, anak muda menjelaskan
peristiwa yang dialaminya kepada bos, dan
bos bisa memakluminya,sekaligus juga
mengajukan surat pengunduran diri pada
bosnya, dan segera setelah itu ia pergi ke
toko buku membeli bahan pelajaran
sekolah SMU dan buku referensi, sambil
meneteskan air mata ia bersumpah, saya
harus bekerja keras, harus bisa lulus masuk
ke perguruan tinggi, saya tidak akan
membiarkan dilecehkan orang lagi.
Selama 6 bulan menjelang ujian, anak muda
ini belajar selama 14 jam setiap hari, sebab
ia sadar, waktunya sudah tidak banyak, ia
tidak bisa lagi mundur, saat ia bermalas-
malasan, dalam benaknya selalu terbayang
akan hinaan security yang tidak
mngizinkannya memakai lift,
membayangkan diskriminasi ini, ia segera
memacu semangatnya, dan melipatkan
gandakan kerja kerasnya.
Belakangan, anak muda ini akhirnya
berhasil lulus masuk ke salah satu lembaga
ilmu kedokteran. Dan kini, selama 20 tahun
lebih telah berlalu, sang anak muda
akhirnya berhasil menjadi seorang dokter
klinik.
Sang dokter merenung sejenak, ketika itu,
jika bukan karena security yang sengaja
mempersulitya, bagaimana mungkin ia
menyeka air matanya dari hinaan itu, dan
berdiri dengan berani ?
Dia telah berhutang budi pada security
yang menghinanya !
(Author Unknown)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar